Cara Menjaga Lisan Menurut Islam

Halo Sahabat Onlineku! Selamat datang di ilmupelajar.com, tempatnya kita belajar dan berbagi ilmu pengetahuan seputar Islam dan kehidupan sehari-hari. Kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting dan seringkali terlupakan: Cara Menjaga Lisan Menurut Islam.

Lidah, si kecil yang satu ini, ternyata punya kekuatan yang luar biasa. Bisa jadi sumber pahala, bisa juga jadi sumber dosa. Seringkali kita tanpa sadar melontarkan kata-kata yang menyakitkan, menggibah, atau bahkan menyebarkan fitnah. Padahal, dalam Islam, menjaga lisan adalah bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Artikel ini hadir untuk mengajak kita semua merenungkan kembali bagaimana Cara Menjaga Lisan Menurut Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan membahas berbagai aspek, mulai dari dalil-dalil dalam Al-Qur’an dan Hadits, hingga tips praktis yang bisa langsung kita terapkan. Yuk, simak terus!

Mengapa Menjaga Lisan Itu Penting dalam Islam?

Lisan: Ujian Berat Bagi Seorang Muslim

Lidah memang kecil, tapi dampaknya besar. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini jelas menunjukkan betapa pentingnya kita menjaga lisan. Lisan yang tidak terkontrol bisa membawa kita pada dosa besar, bahkan menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT.

Banyak sekali contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan betapa berbahayanya lisan. Coba bayangkan, hanya karena satu kata yang menyakitkan, hubungan baik antar teman bisa rusak. Hanya karena satu kalimat fitnah, seseorang bisa kehilangan reputasinya. Oleh karena itu, Cara Menjaga Lisan Menurut Islam adalah bekal penting untuk kita agar selamat di dunia dan akhirat.

Selain itu, lisan juga bisa menjadi cerminan hati. Jika lisan kita kotor dan penuh dengan perkataan yang buruk, maka bisa jadi hati kita pun demikian. Sebaliknya, jika lisan kita terjaga dan senantiasa mengucapkan perkataan yang baik, maka itu pertanda bahwa hati kita pun bersih dan penuh dengan kebaikan.

Dalil Al-Qur’an Tentang Pentingnya Menjaga Lisan

Al-Qur’an juga banyak memberikan peringatan tentang bahaya lisan. Salah satunya adalah firman Allah SWT dalam surat Al-Hujurat ayat 12: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka buruk (kecurigaan), karena sebagian prasangka buruk itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Ayat ini jelas melarang kita untuk berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing (ghibah). Ghibah, atau membicarakan keburukan orang lain, adalah salah satu dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu, Cara Menjaga Lisan Menurut Islam adalah dengan menjauhi ghibah dan perkataan buruk lainnya.

Selain itu, Al-Qur’an juga memerintahkan kita untuk berkata jujur dan menghindari perkataan dusta. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 70: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."

Jenis-Jenis Perkataan yang Harus Dihindari

Ghibah dan Fitnah: Racun Bagi Persaudaraan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ghibah adalah salah satu dosa besar yang harus kita hindari. Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, tanpa sepengetahuan orang tersebut. Fitnah, di sisi lain, adalah menyebarkan berita bohong atau tidak benar tentang seseorang dengan tujuan untuk mencemarkan nama baiknya.

Ghibah dan fitnah adalah racun bagi persaudaraan. Keduanya bisa merusak hubungan baik antar manusia, menimbulkan permusuhan, dan bahkan menyebabkan perpecahan. Oleh karena itu, Cara Menjaga Lisan Menurut Islam adalah dengan menjauhi ghibah dan fitnah.

Jika kita mendengar seseorang sedang melakukan ghibah, maka kita wajib untuk mengingatkannya. Jika kita tidak mampu mengingatkannya, maka sebaiknya kita meninggalkan tempat tersebut. Jangan sampai kita ikut mendengarkan ghibah dan menjadi bagian dari dosa tersebut.

Namimah: Mengadu Domba yang Memecah Belah

Namimah adalah perbuatan mengadu domba antara dua orang atau lebih dengan tujuan untuk memecah belah hubungan mereka. Namimah juga termasuk dosa besar yang harus kita hindari.

Orang yang melakukan namimah biasanya menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk membuat orang tersebut marah atau sakit hati. Contohnya, "Si A mengatakan bahwa kamu begini dan begitu." Padahal, si A tidak pernah mengatakan hal tersebut.

Namimah bisa menyebabkan permusuhan dan perpecahan yang sangat besar. Oleh karena itu, Cara Menjaga Lisan Menurut Islam adalah dengan menjauhi namimah dan segala bentuk perkataan yang bisa memicu permusuhan.

Berkata Kasar dan Kotor: Mencerminkan Hati yang Kotor

Berkata kasar dan kotor juga termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Seorang Muslim seharusnya berbicara dengan sopan dan santun, serta menghindari perkataan yang menyakitkan hati orang lain.

Perkataan kasar dan kotor bisa mencerminkan hati yang kotor. Jika hati kita bersih, maka lisan kita pun akan terjaga dari perkataan yang buruk. Sebaliknya, jika hati kita kotor, maka lisan kita pun akan mudah mengeluarkan perkataan yang kasar dan kotor.

Oleh karena itu, Cara Menjaga Lisan Menurut Islam adalah dengan membersihkan hati kita dari segala penyakit hati, seperti iri dengki, sombong, dan riya. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah untuk menjaga lisan kita dari perkataan yang buruk.

Tips Praktis Menjaga Lisan Sehari-hari

Berpikir Sebelum Berbicara: Saring Kata-kata Kita

Salah satu tips paling penting dalam Cara Menjaga Lisan Menurut Islam adalah dengan berpikir sebelum berbicara. Sebelum kita mengeluarkan perkataan apapun, luangkan waktu sejenak untuk berpikir: Apakah perkataan ini bermanfaat? Apakah perkataan ini tidak menyakiti hati orang lain? Apakah perkataan ini tidak mengandung unsur ghibah atau fitnah?

Dengan berpikir sebelum berbicara, kita bisa menyaring kata-kata kita dan menghindari perkataan yang buruk. Kita juga bisa lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan kritik, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau permusuhan.

Selain itu, berpikir sebelum berbicara juga bisa membantu kita untuk lebih menghargai orang lain. Kita akan lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata yang tepat, sehingga tidak menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain.

Mengingat Akibat Buruk Perkataan: Muhasabah Diri

Setiap perkataan yang kita ucapkan akan dicatat oleh malaikat dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengingat akibat buruk dari perkataan yang buruk.

Dengan mengingat akibat buruk perkataan, kita akan lebih berhati-hati dalam menjaga lisan kita. Kita akan lebih takut untuk mengucapkan perkataan yang buruk, karena kita tahu bahwa perkataan tersebut akan membawa kita pada azab Allah SWT.

Selain itu, mengingat akibat buruk perkataan juga bisa membantu kita untuk lebih bersabar dan menahan diri. Ketika kita merasa ingin marah atau kesal, kita akan ingat bahwa mengucapkan perkataan yang kasar hanya akan memperburuk situasi. Oleh karena itu, kita akan berusaha untuk menahan diri dan mengucapkan perkataan yang lebih baik.

Membiasakan Diri Berkata Baik: Menciptakan Kebiasaan Positif

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini mengajarkan kita untuk membiasakan diri berkata baik dalam setiap kesempatan.

Berkata baik tidak hanya berarti mengucapkan perkataan yang sopan dan santun, tetapi juga mengucapkan perkataan yang bermanfaat dan bisa membawa kebaikan bagi orang lain. Contohnya, memberikan semangat kepada teman yang sedang bersedih, memberikan nasihat yang bijak kepada orang yang sedang kebingungan, atau memberikan pujian yang tulus kepada orang yang telah berbuat baik.

Dengan membiasakan diri berkata baik, kita akan menciptakan kebiasaan positif yang akan membawa kita pada kebahagiaan dan keberkahan. Kita juga akan menjadi pribadi yang lebih disukai oleh orang lain dan lebih dekat dengan Allah SWT.

Berdoa Kepada Allah SWT: Memohon Pertolongan

Manusia adalah makhluk yang lemah dan penuh dengan kekurangan. Kita tidak akan mampu menjaga lisan kita dengan sempurna tanpa pertolongan dari Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berdoa kepada Allah SWT, memohon pertolongan-Nya agar kita bisa menjaga lisan kita dari perkataan yang buruk.

Doa bisa menjadi senjata yang ampuh untuk melawan godaan setan yang selalu berusaha untuk menjerumuskan kita pada dosa. Dengan berdoa, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan lebih termotivasi untuk menjaga lisan kita.

Selain itu, doa juga bisa menenangkan hati kita dan memberikan kita kekuatan untuk menghadapi segala cobaan. Ketika kita merasa marah atau kesal, berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menahan diri.

Kelebihan dan Kekurangan Cara Menjaga Lisan Menurut Islam

Menjaga lisan sesuai ajaran Islam membawa banyak kelebihan, namun juga memiliki tantangan tersendiri. Berikut ini rinciannya:

Kelebihan:

  1. Mendapatkan Ridha Allah SWT: Menjaga lisan merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dengan menjaga lisan, kita berusaha menjauhi perbuatan yang dilarang dan melaksanakan perintah-Nya, sehingga kita berpotensi mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT.

  2. Menjaga Hubungan Baik dengan Sesama: Lisan yang terjaga dapat mencegah terjadinya konflik dan perselisihan. Perkataan yang baik dan sopan akan mempererat tali silaturahmi dan menciptakan lingkungan yang harmonis.

  3. Menjaga Hati dari Penyakit: Menjaga lisan juga membantu kita untuk menjaga hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan sombong. Dengan tidak membicarakan keburukan orang lain, kita membersihkan hati kita dari perasaan negatif.

  4. Meningkatkan Kualitas Diri: Orang yang mampu menjaga lisannya biasanya lebih bijaksana dan berhati-hati dalam bertindak. Mereka lebih dihormati dan dipercaya oleh orang lain, sehingga meningkatkan kualitas diri secara keseluruhan.

  5. Mendapatkan Ketenangan Batin: Ketika kita tidak terbebani dengan dosa akibat perkataan yang buruk, hati kita akan merasa lebih tenang dan damai. Kita akan lebih fokus pada hal-hal positif dan produktif.

Kekurangan:

  1. Membutuhkan Kesadaran Diri yang Tinggi: Menjaga lisan membutuhkan kesadaran diri yang tinggi dan kemauan yang kuat. Kita harus selalu introspeksi diri dan mengontrol setiap perkataan yang keluar dari mulut kita.

  2. Memerlukan Latihan yang Konsisten: Menjaga lisan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara instan. Kita perlu melatih diri secara konsisten untuk membiasakan diri berkata baik dan menghindari perkataan yang buruk.

  3. Adanya Tekanan Sosial: Terkadang, kita merasa sulit untuk menjaga lisan karena adanya tekanan sosial. Kita mungkin merasa tidak enak untuk mengingatkan teman yang sedang berghibah atau sulit untuk menolak ajakan untuk bergosip.

  4. Membutuhkan Kesabaran: Menjaga lisan membutuhkan kesabaran yang tinggi. Terkadang, kita merasa terpancing untuk mengucapkan perkataan yang buruk ketika kita sedang marah atau kesal.

  5. Rentannya Terjebak dalam Kemunafikan: Terkadang, seseorang berusaha keras menjaga lisannya di depan orang lain, namun tidak demikian ketika sendirian atau di lingkungan yang lebih akrab. Hal ini bisa menjerumuskan pada kemunafikan jika tidak disertai dengan ketulusan hati.

Tabel: Perbandingan Perkataan Baik dan Buruk dalam Islam

Kategori Perkataan Baik (Dianjurkan) Perkataan Buruk (Dilarang) Dampak
Jenis Jujur, sopan, bermanfaat, menenangkan, memotivasi Dusta, kasar, menyakitkan, ghibah, fitnah, namimah Mempengaruhi hubungan, pahala/dosa, ketenangan hati
Tujuan Membangun hubungan baik, menyebarkan kebaikan, memberikan manfaat Menyakiti hati, merusak hubungan, menyebarkan keburukan Mencerminkan akhlak, mendapatkan ridha Allah/azab
Contoh Memberi salam, mengucapkan terima kasih, memuji kebaikan, memberikan nasihat yang bijak Mencaci maki, menghina, mengumpat, menyebarkan berita bohong, mengadu domba
Akibat Mendapatkan pahala, disukai orang lain, hati tenang Mendapatkan dosa, dijauhi orang lain, hati gelisah
Cara Menghindari Berpikir sebelum berbicara, mengingat akibat buruk perkataan, membiasakan diri berkata baik Menjauhi lingkungan yang buruk, menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat, berdoa kepada Allah SWT

FAQ: Pertanyaan Seputar Cara Menjaga Lisan Menurut Islam

  1. Apa itu ghibah? Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain di belakangnya.

  2. Apa hukum ghibah dalam Islam? Ghibah hukumnya haram dan termasuk dosa besar.

  3. Bagaimana cara menghindari ghibah? Berpikir sebelum berbicara, mengingat akibat buruk ghibah, dan menjauhi lingkungan yang buruk.

  4. Apa itu fitnah? Fitnah adalah menyebarkan berita bohong tentang seseorang.

  5. Apa hukum fitnah dalam Islam? Fitnah hukumnya haram dan termasuk dosa besar yang sangat berbahaya.

  6. Bagaimana jika saya terlanjur melakukan ghibah? Segera bertaubat kepada Allah SWT dan meminta maaf kepada orang yang telah digunjing.

  7. Apa itu namimah? Namimah adalah mengadu domba antara dua orang atau lebih.

  8. Mengapa kita harus menjaga lisan? Karena lisan bisa menjadi sumber pahala atau dosa.

  9. Apa saja contoh perkataan yang baik? Mengucapkan salam, terima kasih, memuji kebaikan, dan memberikan nasihat.

  10. Apa saja contoh perkataan yang buruk? Mencaci maki, menghina, mengumpat, berbohong, dan mengadu domba.

  11. Bagaimana cara membiasakan diri berkata baik? Mulai dari hal-hal kecil, seperti mengucapkan terima kasih dan memuji kebaikan orang lain.

  12. Apa manfaat menjaga lisan bagi diri sendiri? Hati menjadi lebih tenang, hubungan dengan orang lain lebih baik, dan mendapatkan ridha Allah SWT.

  13. Apakah diam selalu lebih baik daripada berbicara? Tidak selalu. Diam bisa menjadi lebih baik jika kita tidak mampu mengucapkan perkataan yang baik. Namun, berbicara yang baik lebih utama daripada diam jika kita mampu melakukannya.

Kesimpulan dan Penutup

Cara Menjaga Lisan Menurut Islam adalah investasi penting untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan menjaga lisan, kita tidak hanya menjaga diri kita sendiri dari dosa, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dalam berkata-kata. Jangan lupa untuk terus mengunjungi ilmupelajar.com untuk mendapatkan ilmu pengetahuan seputar Islam dan kehidupan sehari-hari. Sampai jumpa di artikel berikutnya! Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.